Minggu, 29 November 2020

Syahfawi S.Pd M.Si, Kepala Sekolah Berprestasi Kabupaten Tahun 2020

" Juara 1 Kepala SMP Berprestasi Tingkat Kab.Pidie"

Indonesia akan menjadi negara maju apabila pendidikannya berkembang dan maju. Demikian dikatakan Pak syahfawi, S.Pd.M.Si sering dipanggil (pak syah), Kepala Kepala SMPN 3 Mutiara yang telah berkontribusi bagi pembangunan pendidikan di Pidie Ditemui blogspotsmpn3mutiara dalam rangka Hari Pendidikan Guru Nasional, Pak syah menuturkan pengalamannya menjadi seorang pendidik serta bagaimana peran pendidikan dalam kemajuan dan masa depan bangsa. Baginya, pendidikan merupakan salah satu investasi dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa masa  depan, menuju Indonesia emas.

“Di antara sekian banyak agenda pembangunan bangsa, pendidikan merupakan salah satu agenda penting dan strategis, karena keberhasilan pembangunan pendidikan akan memberikan kontribusi bagi kemajuan di bidang pembangunan lainnya,” katanya di sela-sela kesibukannya diSMPN 3 Mutiara Kabupaten Pidie, Jum.at 20/11/2020.

Pak syah memulai kariernya di dunia pendidikan dengan menjadi guru. Selama 16 tahun ia menjadi guru dan mengabdi serta memberikan ilmu kepada murid-muridnya. Tahun 2000 di SMPN 4 Sakti, kemudian pindah ke SMPN Unggul SIgli Tahun 2010,pak syah dipercaya menjadi Kepala SMPN Unggul Sigli Tahun 2015, ia mempejuankan SMP terse


but menjadi sekolah Rujukan Nasional Tahun 2017.

Sebagai seorang guru, Pak syah menyadari bahwa guru menjadi garda terdepan untuk mewujudkan kemajuan pendidikan di Indonesia. Para pendidik yang ada di depan kelas itulah yang bertanggung jawab atas kualitas pendidikan anak didiknya.

“Guru yang menjadi ujung tombak pendidikan anak-anak. Siapa yang ada di depan kelas, itu yang akan mempengaruhi perkembangan anak didik di masa depan. Oleh karena itulah guru harus menjadi teladan, panutan dan contoh untuk murid-muridnya,” katanya.

Terkait dengan kondisi pendidikan saat ini untuk menjawab tantangan ke depan, pak syah mengungkapkan, sistem pembelajaran harus bisa mengeksploitasi dan mengembangkan seluruh potensi, baik guru maupun siswa. “Siswa harus difasilitasi oleh sekolah sehingga guru dengan segala potensi dan keterampilannya memberikan bimbingan serta pembelajaran yang menarik agar bisa memanfaatkan dan mengembangkan seluruh potensi siswa,” tuturnya.

Anak-anak zaman sekarang, lanjut Pak syah, harus mendapat pendidikan yang tidah hanya membuat mereka mengetahui, tetapi juga harus diberikan ketrampilan untuk menemukan hal-hal baru yang bermanfaat. “Rasa penasaran anak-anak harus difasilitasi dan digali supaya ketrampilan ilmiah mereka tumbuh untuk mengetahui lebih banyak lagi hal-hal yang bermanfaat,” katanya.

Menyadari kondisi masa kini yang dihadapi dunia pendidikan, Pak syah yang meraih prestasi sebagai Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat kabupaten pidie Pidie tahun 2018, dan tahun 2020 juga akan berlomba ke tingkat provinsi  tahun ini, beliau akan berusaha menjadikan SMPN 3 Mutiara sebagai sekolah paripurna, artinya siswanya tak hanya mumpuni dalam bidang pengetahuan, tetapi juga agama, etika, dan keterampilan.

“Kemajuan yang dialami sekolah ini tidak hanya di bidang pengetahuan, tetapi juga agama, budi pekerti, dan keterampilan yang dimiliki oleh para murid,” katanya.

SMPN 3 Mutiara, lanjut Pak syah, merupakan sekolah Hijau dan sehat. Di sekolah ini seluruh siswa dilarang melakukan bullying, setiap siswa harus saling menghargai dan menyadari bahwa mereka masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

“Berkat kerja keras seluruh stakeholder, sampai sekarang sekolah ini masih menjadi sekolah hijau  dan mudah-mudahan bisa ditiru oleh sekolah lain,” kata Pak syah. Dengan Program berhias.

Menurut Pak syah, penghargaan yang telah diraih oleh SMPN 3 Mutiara merupakan keberhasilan bersama. Termasuk penghargaan sebagai Kepala Sekolah Terbaik yang diraihnya, Pak syah mengatakan bahwa itu merupakan hasil kerja bersama dan hasil kerja keras untuk meningkatkan sekolah menjadi lebih baik.

“Insya Allah ini menjadi motivasi bagi rekan-rekan kepala sekolah yang ada di Pidie agar selalu berprestasi dan selalu memberikan yang terbaik untuk sekolah dan pendidikan,” katanya.* 

(dar*)

Rabu, 05 Agustus 2020

SMPN 3 Mutiara Kembali Melaksanakan Belajar Tatap Muka sesuai Protokol Kesehatan

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Mutiara Kabupaten Pidie Provinsi Aceh,  melakukan belajar tatap muka di kelas di tengah pandemi Covid-19 mulai Selasa (4/8/2020) selesai lebaran ini. Pembelajaran tatap muka ini berlangsung selama empat jam mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. “Istirahatnya 15 menit dan diwajibkan bawa bekal sendiri. Jadi makan di kelas,” ujar Kepala Sekolah SMPN 3 Mutiara, Syahfawi, S.Pd.M.Si di sekolah, Senin ini. Syahfawi mengatakan, meski murid-murid masuk kegiatan belajar mengajar pukul 08.00 WIB tetapi mereka diwajibkan untuk datang ke sekolah pada pukul 07.30 WIB. Baca juga: Diizinkan Gelar KBM Tatap Muka, SMPN 3 Mutiara Pilih Tetap Belajar Daring Hal itu untuk proses pengecekan protokol kesehatannya ketika sampai di sekolah. Sebelum masuk sekolah, murid-murid harus diperiksa suhunya. Para murid juga harus menunjukkan surat izin dari orangtua untuk masuk pembelajaran tatap muka. Sebelum masuk ke kelas, murid-murid mesti cuci tangan terlebih dahulu. Pihak sekolah sudah siapkan tempat cuci tangan portable di depan kelasnya masing-masing. Para guru yang mengajar juga menggunakan masker dan jaga jarak fisik ketika mengajar. Ketika belajar di dalam kelas, murid-murid juga menggunakan masker. Syahfawi mengatakan, proses belajar mengajar tatap muka selama satu semester dengan cara shift A dan B harian itu akan terus dilaporkannya ke Dinas Pendidikan. Jika proses belajar mengajar tatap muka ini berjalan lancar, katanya. Sekolah juga Akan membuat laporan dan membuat monev (monitoring dan evaluasi) secara mingguan dan bulanan (sw)